Welcome To My Blog

Jumat, 26 Februari 2016

Pengertian CSS

CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheet. CSS merupakan salah satu kode pemrograman yang bertujuan untuk menghias dan mengatur gaya tampilan/layout halaman web supaya lebih elegan dan menarik.CSS adalah sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Awalnya, CSS dikembangkan di SGML pada tahun 1970, dan terus dikembangkan hingga saat ini. CSS telah mendukung banyak bahasa markup seperti HTML, XHTML, XML, SVG (Scalable Vector Graphics) dan Mozilla XUL (XML User Interface Language).
Pada desember 1996, W3C memperkenalkan Level 1 spesifikasi CSS atau juga dikenal CSS1 yang mendukung format, warna font teks, dan lain-lain. Kemudian, Mei 1998, W3C menerbitkan CSS2 yang di dalamnya diatur fungsi peletakan elemen. Dan sekarang, W3C telah memperbaiki dan meningkatkan Kemampuan CSS2 ke  CSS3.
CSS digunakan oleh web programmer dan juga blogger untuk menentukan warna, tata letak font, dan semua aspek lain dari presentasi dokumen di situs mereka. Saat ini, hampir tidak ada situs web yang dibangun tanpa kode css.
Sebagai blogger, Anda juga harus tahu apa itu CSS dan bagaimana menggunakannya agar mudah untuk merancang blog anda. Kode CSS membuat pembaca blog kita menjadi nyaman dan betah berlama-lama di blog kita sehingga pageviews situs kitapun meningkat. Namun, itu semua tergantung bagaimana kita menggunakannya sehingga bisa memikat pengunjung. Untuk itulah serial tutorial ini dibuat :) .

PENGENALAN DASAR

Cascading Style Sheet terdiri dari Selektor, deklarasi, Properti dan Nilai. Seperti pada HTML, PHP dan bahasa pemrograman lainnya, CSS juga memiliki aturan yang menulis itu sendiri.
Contoh penulisan kode css :
Body {background-color: white;}
‘Body’ adalah Selektor, ‘{ }’ adalah deklarasi, ‘background-color’ adalah properti dan ‘white’ adalah nilai. Maksud dari kode diatas adalah mengatur warna latar belakang (background color) dari tag ‘Body’ sebuah halaman web.

CARA-CARA PENGGUNAAN CSS

Untuk latihan penggunaan CSS, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membuat file  dengan menggunakan Software kode editor seperti Notepad, lalu namai file dengan format ‘.html’. Lalu praktekkanlah cara-cara berikut ini. Ada 3 cara untuk menggunakan kode CSS di situs Anda.
1. CSS sebagai atribut/elemen/bagian dari tag HTML.
Oke, sebagai contoh, lihat gambar screenshoot kode CSS di bawah ini:
CSS dalam tag html
‘Div’ adalah tag html/Mark up yang dihiasi oleh kode css. kode cssnya adalah ‘style =’ padding: 5px 20px; … ‘. Cara ini biasanya dipakai jika kode cssnya sedikit.
2. CSS dalam tag <style type=”text/css”> (Kode CSS) </ style>.
CSS dalam tag style
Kode css terletak antara tag ‘style’ yang biasanya diletakkan dibawah elemen <title></title>(Tapi, tidak untuk gambar ini). Dengan cara ini anda harus menentukan nama selektor. Pada gambar diatas, selektornya adalah ‘.download’.
3. CSS sebagai file terpisah.
Css dengan file terpisah
Kode pada gambar diatas adalah kode html untuk memanggil kode css yang terpisah. Kode itu biasanya diletakkan dibawah elemen <title></title> pada sebuah file html. Dalam cara 3 ini, kode css berada pada file .css yang dibuat dengan cara yang sama yaitu dengan sofware notepad, namun diberi format .css.
Untuk Latihan cara 3 ini silahkan anda buat folder. Dalam folder itu anda buat lagi file .html, misalnya latihan.html . Lalu buat file css-nya misalnya style.css.
Dalam file latihan.html, silahkan ketikkan kode dibawah ini :
<html>
<head>
<title>Latihan</title>
<link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”/>
</head>
<body>
<div class=”download”>
<a href=”#”>Download</a>
</div>
</body>
<html>
Simpan, lalu buka di browser. File .html anda belum dihias karena kita belum menambahkan kode css kedalam file style.css. Jadi, silahkan masukkan kode seperti dibawah ini, tentu anda bisa merubah-rubahnya :
.download {
padding:5px 20px;
background:#000;
border:1px solid auto;
text-transform:uppercase;
font-size:20px;
}
setelah itu simpan, lalu refresh file latihan.html yang sedang dibuka di browser
Selamat mencoba :) .
Keterangan :
Cara 1 dan 2 sebagian besar digunakan dalam blog blogspot/blogger. Sedangkan, Cara 3  biasanya digunakan dalam situs web berbasis wordpress ataupun yang lainnya, karena membutuhkan ruang untuk menyimpan file css.
Jika menggunakan cara2 dan 3, Anda harus melengkapi tag html yang akan anda hias dengan atribut ‘id’ atau ‘class’. Ini adalah  2 cara untuk penamaan selektor pada kode css. Jika menggunakan atribut ‘id’ (misal: <div id=”download”></div>), maka selektor dalam kode cssnya adalah sebagai berikut :
#download {
Properti:nilai;
}
Sedangkan, jika menggunakan atribut ‘class’ (misal:<div class=”download”></div>), maka selektor dalam kode cssnya adalah sebagai berikut :
.download {
Properti:nilai;
}
Dengan kata lain, hanya dibedakan dengan tanda “#” dan “.” .
Nah, lalu jika anda ingin menghias tag tertentu dalam file html, misalnya seluruh tag h1 yang ada, Maka anda dapat menuliskan selektornya tanpa menggunakan tanda apapun. Seperti ini :
h1 {
properti:nilai;
}
Jika anda masih ada yang belum ngerti dengan penjelasan saya diatas, silahkan ditanyakan lewat komentar.
Sekian dari saya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar :) .
ridho rizky fadillah 

Karomah Gus Dur

1. Kisah Makam Surya Memesa dan Ziarah Syekh Ali Uraidi bin Imam Ja’far Shadiq
Di sela-sela acara tahlilan hari ke-7 wafatnya Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (5/1), Said Agil pernah diajak ziarah ke pedalaman Tasikmalaya, Panjulan. Gus Dur membawanya ke sebuah kuburan yang sepi. Untuk mencapai lokasi saja, harus menyebrang sebuah situ (danau).

Saat tiba, Gus Dur menuju sebuah makam. Saat ditanya Said Agil, siapa jenazah yang telah dikebumikan di tanah ini? Gus Dur tidak langsung menjawab. “Dia orang sakti. Dia mencari musuh agar dia bisa dikalahkan,” ujar Said Agil meniru ucapan Gus Dur.

Orang sakti yang dimaksud Gus Dur, sambung Said Agil, ternyata bernama Surya Mesesa, seorang penyebar agama Islam di pulau Jawa. Gus Dur memberitahukan kepada Said Agil, mengapa Surya Mesesa bisa masuk Islam.

“Untuk mendapatkan musuh, Surya Memesa sampai ke Madinah, dan bertemu Syeikh Ali. Sama Syeikh Ali, Surya Mesesa disuruh mengangkat sebuah tongkat, dan tidak bisa. Karena itu, dia masuk Islam,” ujarnya.

Ceritanya, Gus Dur bersama Said Aqil ingin membacakan surat Al-Fatihah untuk Syekh Ali sebanyak seribu kali. Namun ketika mereka baru membacakan al-Fatihah sebanyak 30 kali tiba-tiba seorang polisi datang mengusir mereka dan mengatakan, “Musyrik, haram!”

Untung saja mereka bukan penduduk setempat, sehingga tidak dihukum berat, karena bagi mereka ziarah kubur adalah larangan berat. Namun Gus Dur sempat marah kepada polisi itu, “Kamu musuh Allah, Wahabi,” kata Gus Dur seperti dikutip Said Aqil saat memberikan testimoninya usai memimpin tahlilal 7 hari di Ciganjur, Selasa (5/1) malam.

Said Aqil bercerita, Gus Dur berziarah ke makam Syekh Ali al-Uraidhi karena Syekh ini konon sempat mengalahkan seorang yang hebat bernama Surya Mesesa. Ia merasa tak terkalahkan. Bahkan untuk mendapatkan musuh, Surya Memesa sampai ke Madinah, dan bertemu Syekh Ali al-Uraidhi.

“Sama Syeikh Ali, Surya Mesesa disuruh mengangkat sebuah tongkat, dan tidak bisa. Karena itu, dia masuk Islam,” ujar Said Aqil. Cerita ini diperolehnya dari Gus Dur saat ia diajak berziarah ke pedalaman Tasikmalaya, Panjulan.

Said Aqil bertanya, “Makam siapa Gus?” Gus Dur menjawab, “Dia orang sakti. Dia mencari musuh agar dia bisa dikalahkan.” Karena itulah Gus Dur berziarah ke makam tersebut dan kemudian ke makam Syekh Ali al-Uraidhi.

Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, Gus Dur memang gemar berziarah ke makam para ulama dan sesepuh. Selain mendoakan mereka, dengan cara itu Gus Dur merangkai sejarah peristiwa yang terjadi beberapa ratus tahun yang lalu, yang bahkan tidak tertulis dalam buku-buku sejarah.

Namun ada yang yang menarik ketika Gus Dur berziarah kesuatu makam, kata Kang Said. ”Kalau ada makam yang diziarahi Gus Dur, pasti kemudian makam itu ramai diziarahi orang. Gus Dur memang tidak hanya memberkahi orang yang hidup, tapi juga orang yang sudah mati,” katanya disambut tawa hadirin. (nam) (sumber 1 , sumber 2)


Kamis, 18 Februari 2016

PELAJARAN DARI SEORANG ANAK KECIL BERNAMA SALMAN SALMAN SALAH SATU MURID HABIB UMAR BIN HAFIDZ DARI AFRIKA SELATA YG MENINGGAL DI USIA BELIA 7 THN.

PELAJARAN DARI SEORANG ANAK KECIL BERNAMA SALMAN
SALMAN SALAH SATU MURID HABIB UMAR BIN HAFIDZ DARI AFRIKA SELATA YG MENINGGAL DI USIA BELIA 7 THN.
Siapakah Salman....?
Bercerita salah satu murid Habib Umar bin Hafidz.......
Anak itu bernama Salman. Salman yang rajin berkhidmat. Pada setiap acara, anak itu selalu ada untuk mengulurkan tangan-tangan mungilnya pada jamaah yang hadir.
Meski pekerjaannya tidak terlalu berat, namun cukup membuat pelajaran bagi kita, betapa seorang anak yang masih kecil, membantu sekian orang muslim.
Saya sering melihat Salman di Darul Musthofa bersama ayah yang berada disampingnya di tengah-tengah jamaah yang menunaikan sholat tarawih. Dia seperti jamaah lainnya, setiap gerakan sholat diikutinya tanpa merasa letih, tak mau sedikit pun meninggalkan gerakan sholat yang setiap kala diimami Habib Umar.
Sosok yang dicintainya. Bayangkan sholat tarawih dua juz setiap malam sanggup dia ikuti semua, orang besar seperti saya pun kadang mengeluh letih, namun tidak bagi tubuh kecilnya.
Selesai tarawih, saatnyalah dia berkhidmat mengerjakan tugas yang sungguhnya tak dibebankan olehnya. Tak dari suruhan ayahnya apalagi orang lain.
Ketika syair madah dimulai, dia pun dengan sendirinya bergegas kedepan untuk mengambil buku-buku madah yang akan dibagikan kepada jamaah.
Bersama teman-teman anak kecil lain. Mereka berlomba mengambil buku-buku itu sebanyak yang mereka mampu, makin banyak mereka ambil, sebanyak itu jamaah yang mereka khidmad.
Salman yang bertubuh kecil dan lemah diantara kawan-kawannya ikut dalam lomba kebaikan itu, kadang dia terjatuh, atau tertatih membawa buku madah yang akan dibagikannya.
Selanjutnya selesai syair madah. Mengambil gelas-gelas kopi atau air dingin yang dibagikan kepada jamaah sholat. Salman memungut satu persatu gelas yang airnya sudah habis diminum. Matanya cekatan melihat dimana ada gelas yang kosong sambil berjalan ditengah-tengah para jamaah.
Kadang pekerjaan ini membuat Salman harus berbolak balik, berkeliling mencari-cari gelas pungutannya.
Pernah ketika malam khatam bulan ramadan di Darul Musthofa. Jamaah memulainya dari pukul duabelas malam. Dari rentetan sholat witir sampai halaqah Qur'an. Pukul dua, jamaah disuguhkan dengan kopi, air dingin, ashir dan kacang polong rebus.
Seakan takjub, Salman berada ditengah para pengkhidmad yang rata-rata orang dewasa, sedang memungut gelas-gelas kosong atau bungkus kacang yang sudah habis. Gumam hatiku, sekarang pukul dua anak seperti dia, waktunya beristirahat, tetapi dia masih menyempatkan untuk mengulurkan tangan mungilnya. Sungguh naluri khidmadnya tertanam kuat dihatinya. Tak semua anak kecil sama seperti dia.
Salman juga sering terlihat ambil khidmad di masjid-masjid sekitar Tarim jika ada acara munasabah. Dia berangkat bersama Ayahnya. Sering juga berpapasan dijalan sendirian sambil membawa kantongan berisi susu atau kurma.
Saya sering bercanda dengan dia, terpancar senyum manis seorang anak yang waktu bermainnya dihabiskan di masjid. Dia berbahasa inggris, bahasa ibu dengan pronoun yang fasih. namun celotehan bahasa arabnya tak kalah dengan anak sebayanya.
Kecintaan dengan agama diwarisinya dari sang Ayah, yang rela hijrah dari afrika selatan menuju tarim, pusat agama islam yang terjaga kemurniaanya dari arus keduniaan.
Dalam dunia ini, takdir Allah yang menentukan segalanya. Salman yang dulu tidak akan mungkin lagi Berkhidmad pada tahun ini. Tak ada lagi Salman yang mengambil gelas kosong dengan tangan mungilnya.
Sang Ayah tak mungkin lagi bersama Salman menunaikan sholat tarawih, tak ada lagi mata yang cekatan itu.
Orang tuanya sangat mencintai Salman, namun Allah lebih mencintainya.
Salman dipanggil ke hadhiratNya, inna lillahi wa inna ilahi rojiun.
Sebelum Salman menghembuskan nafas terakhir, ia meminta ibunya untuk mengganti pakaiannya, katanya, dia akan bertemu Allah, tidak mau pakaiannya kotor.
Allahu Akbar. Salman benar-benar ahli khidmad yang sejati. Dia akan menunggu orang tuanya di pintu surga. Dan akan menjadi ahli khidmad bersama wildan-wildan ahli khidmad lainnya dalam surga. Berkhidmad dengan orang tuanya dan orang-orang yang dicintainya.
Aamiin

Jumat, 12 Februari 2016

Dari Kurungan Ayam Hingga Bertamunya Walisongo; Kisah Karomah Kyai Ma’shoem Lasem

KH. M. MA’SHOEM AHMAD LASEM (1870-1972)Kyai Kholil (Bangkalan, Madura) mengatakan kepada santrinya: “Tolong buatkan aku kurungan Ayam Jago, sebab besok akan ada Jagoan dari tanah Jawa yang datang ke sini.” Kemudian esoknya, datanglah seorang pemuda bernama Muhammadun (nama almarhum Mbah Ma’shoem di kala muda) dari tanah Jawa.
Oleh Kyai Kholil, pemuda itu diminta masuk ke dalam kurungan Ayam Jago tersebut. Dengan penuh pasrah dan ketundukan terhadap gurunya, pemuda itu pun masuk dan duduk berjongkok ke dalam kurungan Ayam Jago tadi. Kyai Kholil kemudian berkata kepada segenap santri beliau: “Inilah yang kumaksudkan sebagai Ayam Jago dari tanah Jawa, yang kelak akan menjadi Jagoan Tanah Jawa.”
Itulah secuil kisah nyata yang penulis kutip dari sinopsis buku Manaqib Mbah Ma’shoem Lasem. Mbah Ma’shoem diperkirakan lahir pada tahun 1868. Beliau adalah anak bungsu pasangan Ahmad dan Qosimah. Oleh orangtuanya ia kemudian diserahkan kepada Kiai Nawawi, Jepara, untuk mempelajari ilmu agama, karena sejak kecil dia telah ditinggal wafat oleh ibunya. Dari Kiai Nawawi dia mendapat pelajaran dasar ilmu alat (nahwu) yang diambil dari kitab Jurumiyyah dan Imrithi.
Suatu saat, di Semarang, dia tertidur dan bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Ketika di Bojonegoro, dia tidak hanya bermimpi, melainkan, antara tertidur dan terjaga, dia bertemu dengan Nabi, yang memberikan ungkapan La khayra ilia fi nasyr al-ilmi, yang artinya “Tidak ada kebaikan (yang lebih utama) daripada menyebarkan ilmu”.
Bahkan, ketika berada di rumahnya sendiri, dia bermimpi kembali. Dalam mimpinya, ia bersalaman dengan Nabi Muhammad SAW, yang berpesan: “Mengajarlah, segala kebutuhanmu insyaAllah akan dipenuhi semuanya oleh Allah.” Di kemudian hari, Mbah Ma’shoem menjadi ulama besar yang dikenal memiliki banyak karamah. Ini salah satu kisah karomahnya:
Suatu hari, datang sembilan orang tamu ke Lasem. Mereka ingin berjumpa dengan Mbah Ma’shum.Namun, karena tuan rumah sedang tidur, Ahmad, seorang santrinya, menawarkan apa perlu Mbah Ma’shum dibangunkan. Ternyata mereka menolak.Lalu mereka semua, yang tadinya sudah duduk melingkar di ruang tamu, berdiri sambil membaca shalawat, kemudian berpamitan.
“Apa perlu Mbah Ma’shoem dibangunkan?,” tanya Ahmad sekali lagi.
“Tidak usah,” ujar mereka serempak lalu pergi.
Rupanya saat itu Mbah Ma’shoem mendusin dan bertanya kepada Ahmad perihal apa yang baru saja terjadi.Setelah mendapat penjelasan, Mbah Ma’shoem lekas meminta kepada Ahmad agar mengejar tamu-tamunya. Tapi apa daya, mereka sudah menghilang, padahal mereka diperkirakan baru sekitar 50 meter dari rumah Mbah Ma’shoem.
Ketika Ahmad akan melaporkan hal tersebut, Mbah Ma’shoem, yang sudah bangun tapi masih dalam posisi tiduran, mengatakan bahwa tamu-tamunya itu adalah Walisanga dan yang berbicara tadi adalah Sunan Ampel. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Mbah Ma’shum tertidur pulas lagi.
Subhanallah… Inilah bagian dari kisah karomah betapa kyai Ma’shoem memiliki ketinggian kedudukan spiritualnya. Selain ini, masih terdapat banyak karomah yang terjadi dalam hidup beliau. Akhirnya, pembaca Media Ikhram, semoga dengan kisah ini dapat bermanfaat dan mengambil pelajaran dari karomah almarhum Kyai Ma’shoem. Wallahu a’lam bisshawab…
Sumber: Sayyid Chaidar, Manaqib Mbah Ma’shoem Lasem, (Yogyakarta: Menara Kudus, 1013) dan Majalah Al-Kisah No.26/Tahun VII (www.sarkub.com)

Mengenai Saya

Nama saya Ridho Rizky Fadillah 18 Th Mahasiswa ITL TRISAKTI Jurusan Manajemen Logistik dan material Angkatan 2018

About

Pages

Popular Posts