Welcome To My Blog

Jumat, 29 Januari 2016

Contoh Pidato
Berbakti Kepada Orang Tua
Segala puji hanya bagi Allah karena hanya Dialah yang layak dengan segala pujian. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan kepada segenap keluarganya dengan diiringi salam sebanyak-banyaknya hingga hari pembalasan.
Berbakti kepada orang tua adalah suatu amal mulia dan diwajibkan oleh Allah dan RasulNya. Banyak ayat maupun hadist yang menjelaskan tentang kewajiban berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan hak bagi keduanya dijadikan setelah hak Allah Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” [An-Nisaa’ : 36].
Kemudian di dalam sebuah Hadist, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
“Darii ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (H.R Bukhari).
Description: Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua dituntut dalam setiap keadaan dan waktu. Akan tetapi sangat ditekankan jika keduanya telah lanjut usia atau dalam keadaan sangat membutuhkan orang yang memperhatikan keduanya dan memenuhi segala kebutuhan keduanya. Diantara perhatian Allah kepada kedua orang tua bahwa Allah telah menjadikan kata-kata sang anak kepada kedua orang tuanya “ ah” dengan tujuan membentak adalah suatu bentuk kemaksiatan yang dapat menimbulkan murka Allah, Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Israa: 23-24)
Diantara cara bakti kepada orang tua yang dapat dilakukan antara lain:
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan adab ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.
3. Tawadhu’ (rendah hati). Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.
4. Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta kita adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.
5 . Mendo’akan kedua orang tua. Di antaranya dengan do’a berikut:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil.”
Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta atau menyimpang dari sunnah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah.
Apabila keduanya telah meninggal,maka yang harus kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Nah itulah beberapa point penting tentang berbakti kepada orang tua, semoga artikel tentang pidato berbakti kepada orang tua ini bermanfaat, dan marilah kita bermohon kepada Allah agar termasuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.

“Ya Allah, berilah kami taufik untuk melakukan apa apa yang Engkau sukai dan Engkau Ridhai. Wahai Rabbku, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi kami ketika kami masih kecil, berilah keduanya karena kami pahala yang terbaik dan berilah kami taufik untuk berbakti kepada keduanya, dan jika keduanya telah wafat, maka ampunilah dosanya, luaskan kuburnya dan terangilah dia serta masukkanlah keduanya dengan rahmat-Mu ke dalam SyurgaMu,” Aamiin

Rabu, 27 Januari 2016

7 Pesan Gus Dur yang Harus Terus Diingat dan Diamalkan


image
Di balik pemikiran-pemikiran ‘nyeleneh’ KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selalu ditemukan pesan-pesan bijak dan arif yang tak disangka-sangka dari seorang Gus Dur. Salah satunya 7 pesan Gus Dur berikut ini yang menyadarkan kita akan arti pentingnya amaliah yang sering lalai kita laksanakan dalam kehidupan sehari.
Pertama:
Solat Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya. Pastinya doa akan mudah termakbul dan menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.
Kedua:
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.
Ketiga:
Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkatan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .
Keempat:
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.
Kelima:
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.
Keenam:
Jaga wudhu terus menerus kerana Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, Malaikat berdoa untuknya iaitu “ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.
Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah
.
KENANGAN PEC JALAN2 IN RAGUNAN,JAKARTA SELATAN


























Mengenai Saya

Nama saya Ridho Rizky Fadillah 18 Th Mahasiswa ITL TRISAKTI Jurusan Manajemen Logistik dan material Angkatan 2018

About

Pages

Popular Posts