Contoh Pidato
Berbakti Kepada Orang Tua
Segala puji hanya bagi
Allah karena hanya Dialah yang layak dengan segala pujian. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan kepada segenap keluarganya
dengan diiringi salam sebanyak-banyaknya hingga hari pembalasan.
Berbakti kepada orang tua adalah suatu amal mulia dan diwajibkan oleh Allah dan
RasulNya. Banyak ayat maupun hadist yang menjelaskan tentang kewajiban berbakti
kepada kedua orang tua. Bahkan hak bagi keduanya dijadikan setelah hak Allah
Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ
وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي
الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ
وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ
أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Dan beribadahlah
kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan
berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil,
dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membanggakan diri.” [An-Nisaa’ : 36].
Kemudian di dalam
sebuah Hadist, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ
عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ
الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
“Darii ‘Abdullah bin
‘Amr bin ‘Ash Radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka
Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (H.R Bukhari).
Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua dituntut dalam setiap keadaan dan waktu. Akan tetapi
sangat ditekankan jika keduanya telah lanjut usia atau dalam keadaan sangat
membutuhkan orang yang memperhatikan keduanya dan memenuhi segala kebutuhan
keduanya. Diantara perhatian Allah kepada kedua orang tua bahwa Allah telah
menjadikan kata-kata sang anak kepada kedua orang tuanya “ ah” dengan tujuan
membentak adalah suatu bentuk kemaksiatan yang dapat menimbulkan murka Allah,
Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka
berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka
keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Israa: 23-24)
Diantara cara bakti kepada orang tua yang dapat dilakukan antara lain:
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
2. Berkata kepada
keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan adab
ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan
yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.
3. Tawadhu’ (rendah
hati). Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi
jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan
membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.
4. Memberi infaq
(shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta kita
adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang
tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.
5 . Mendo’akan kedua
orang tua. Di antaranya dengan do’a berikut:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا
رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
“Ya Allah, ampunilah aku dan
kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka
mendidikku di waktu kecil.”
Seandainya orang tua
masih berbuat syirik serta atau menyimpang dari sunnah, kita tetap harus berlaku
lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada
Tauhid dan Sunnah.
Apabila keduanya telah meninggal,maka yang harus kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Apabila keduanya telah meninggal,maka yang harus kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Nah itulah beberapa
point penting tentang berbakti
kepada orang tua,
semoga artikel tentang pidato berbakti kepada orang tua ini bermanfaat, dan marilah kita bermohon kepada Allah
agar termasuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.
“Ya Allah, berilah
kami taufik untuk melakukan apa apa yang Engkau sukai dan Engkau Ridhai. Wahai
Rabbku, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, sayangilah keduanya
sebagaimana keduanya menyayangi kami ketika kami masih kecil, berilah keduanya
karena kami pahala yang terbaik dan berilah kami taufik untuk berbakti kepada
keduanya, dan jika keduanya telah wafat, maka ampunilah dosanya, luaskan
kuburnya dan terangilah dia serta masukkanlah keduanya dengan rahmat-Mu ke
dalam SyurgaMu,” Aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar