Jumat, 13 Mei 2016
Jumat, 29 April 2016
Juara 3 Lomba Hafiz Dunia, Musa Diundang Presiden Mesir
Reporter : Eko | Jumat, 15 April 2016 14:13
Dream - Musa mampu tampil memukau dalam ajang lomba hafiz internasional di Sharm el-sheikh, Mesir. Sebagai juara ketiga dalam ajang tersebut, Musa mendapat kehormatan, secara khusus diundang untuk bertemu Presiden Mesir, Abdul Fattah as-Sisi.
“Diundang, Insya Allah,” kata ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, saat berbincang denganDream.co.id, Kamis 14 April 2016.
Bocah berusia 7 tahun ini memang tampil bagus dalam ajang lomba Musabaqah Hafalan Quran Internasional ke-23 tersebut. Sebagai peserta termuda, Musa mampu memperoleh nilai 91,17 dan menjadi juara ke-3.
Menurut Hanafi, undangan tersebut disampaikan oleh Menteri Wakaf Mesir, Muhammad Mukhtar Jum'ah. Mereka, diundang untuk bertemu pada bulan Ramadan mendatang.
“Menyampaikan akan mengundang kami, santri dan kami, secara khusus sebagai pemulian panitia dan Presiden dan Mentri.”
Juara pertama untuk lomba hafiz ini adalah Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah, Mesir, dengan nilai 98,58. Peringkat ke dua diraih oleh Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dari Provinsi Kafr el-sheikh, Mesi
Dream - Musa mampu tampil memukau dalam ajang lomba hafiz internasional di Sharm el-sheikh, Mesir. Sebagai juara ketiga dalam ajang tersebut, Musa mendapat kehormatan, secara khusus diundang untuk bertemu Presiden Mesir, Abdul Fattah as-Sisi.
“Diundang, Insya Allah,” kata ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, saat berbincang denganDream.co.id, Kamis 14 April 2016.
Bocah berusia 7 tahun ini memang tampil bagus dalam ajang lomba Musabaqah Hafalan Quran Internasional ke-23 tersebut. Sebagai peserta termuda, Musa mampu memperoleh nilai 91,17 dan menjadi juara ke-3.
Menurut Hanafi, undangan tersebut disampaikan oleh Menteri Wakaf Mesir, Muhammad Mukhtar Jum'ah. Mereka, diundang untuk bertemu pada bulan Ramadan mendatang.
“Menyampaikan akan mengundang kami, santri dan kami, secara khusus sebagai pemulian panitia dan Presiden dan Mentri.”
Juara pertama untuk lomba hafiz ini adalah Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah, Mesir, dengan nilai 98,58. Peringkat ke dua diraih oleh Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun) dari Provinsi Kafr el-sheikh, Mesi
Jumat, 25 Maret 2016
Jumat, 18 Maret 2016
[Kisah Hafiz Al Quran dari Seluruh Dunia]
✿ Perjuangan Bocah `Separuh Kepala` Menghafal Alquran.
Ini kisah tentang perjuangan remaja penghafal Alquran di Malaysia. Remaja bernama Ammar ini baru mengalami kecelakaan yang menyebabkan separuh tempurung kepalanya hilang.
✿ Perjuangan Bocah `Separuh Kepala` Menghafal Alquran.
Ini kisah tentang perjuangan remaja penghafal Alquran di Malaysia. Remaja bernama Ammar ini baru mengalami kecelakaan yang menyebabkan separuh tempurung kepalanya hilang.
Dikutip dari laman Siakapkeli, Selasa 17 November 2015, tempurung kepala Ammar harus diangkat setelah kecelakaan itu. Otak kirinya bahkan terluka parah.
“Alhamdulillah dia masih mampu senyum walaupun keadaanya amat parah kerana melibatkan kecederaan otak, lebih-lebih lagi sebelah kiri,” kata sang bunda, Bushra Haji Yusoff.
Ammar sudah menghafal 11 juz Alquran. Kecelakaan itu dia alami saat pulang ke rumah untuk mengambil jubah yang akan dipakainya dalam kelas hafalan Alquran. “Musibah yang menimpa karena hendak pergi ambil jubah dari asrama ke sekolah sebab malam ada kelas tahfiz,” ujar Yusoff.
Kala itu, Ammar agak terburu-buru. “Kerana hari itu dia berpuasa jadi tidak sempat berbuka puasa hari Senin.”
Dan saat di jalan itulah Ammar mengalami kecelakaan. Dan dia mengalami cedera parah pada bagian kepala. Saat ini, penghafal 11 juz Alquran ini tengah memulihkan kondisi.
“Sebab itu belum boleh bercakap tapi faham semua perkataan orang. Untuk pulih ia perlu waktu bertahun-bertahun dan sekarang ini sudah masuk setahun delapan bulan.”
Jumat, 04 Maret 2016
2. Bertemu dan didoakan wali di madinah
2. Bertemu dan didoakan wali di madinah
setelah berziarah (point 1) , beliau berdoa di raudah, malamnya gus dur ngajak kyai agil jalan2 ke masjid untuk mencari seorang wali
setelah muter2 dimasjid, kyai agil ketemu sm orang pake surban tinggi, lagi ngajar santrinya banyak, bilang sm gus dur
‘apa ini wali gus ?’
gus dur bilang, ‘bukan’
akhirnya cari lagi,ketemu sm orang yg pake surban dengan jidat hitam , gus dur bilang ‘bukan ini’
kemudian gus dur menghentikan langkah di dekat orang yg pake surban kecil biasa, duduk diatas sajadah, baru gus dur bilang, ‘ini adalah wali’
kemudian kyai agil memperkenalkan pada wali tersebut, dalam bahasa arab, dan terjemahannya seperti ini
‘Syekh, ini sy perkenalkan namanya ustad Abdurrahman Wahid, ketua organisasi islam terbesar di asia’,
tujuan dari mencari wali ini ialah ingin didoakan oleh seorang wali. akhirnya wali ini berdoa untuk gus dur semoga di ridloi, di ampuni , hidupnya sukses. setelah itu wali tersebut pergi sambil menyeret sajadahnya dan mengatakan ‘dosa apa saya? sampai2 maqom/kedudukan saya diketahui oleh orang’…
dalam sebuah atsar (perkataan ulama2) menyatakan bahwa ‘yang mengetahui kedudukan seorang wali adalah sesama wali itu sendiri’
setelah berziarah (point 1) , beliau berdoa di raudah, malamnya gus dur ngajak kyai agil jalan2 ke masjid untuk mencari seorang wali
setelah muter2 dimasjid, kyai agil ketemu sm orang pake surban tinggi, lagi ngajar santrinya banyak, bilang sm gus dur
‘apa ini wali gus ?’
gus dur bilang, ‘bukan’
akhirnya cari lagi,ketemu sm orang yg pake surban dengan jidat hitam , gus dur bilang ‘bukan ini’
kemudian gus dur menghentikan langkah di dekat orang yg pake surban kecil biasa, duduk diatas sajadah, baru gus dur bilang, ‘ini adalah wali’
kemudian kyai agil memperkenalkan pada wali tersebut, dalam bahasa arab, dan terjemahannya seperti ini
‘Syekh, ini sy perkenalkan namanya ustad Abdurrahman Wahid, ketua organisasi islam terbesar di asia’,
tujuan dari mencari wali ini ialah ingin didoakan oleh seorang wali. akhirnya wali ini berdoa untuk gus dur semoga di ridloi, di ampuni , hidupnya sukses. setelah itu wali tersebut pergi sambil menyeret sajadahnya dan mengatakan ‘dosa apa saya? sampai2 maqom/kedudukan saya diketahui oleh orang’…
dalam sebuah atsar (perkataan ulama2) menyatakan bahwa ‘yang mengetahui kedudukan seorang wali adalah sesama wali itu sendiri’
Jumat, 26 Februari 2016
Pengertian CSS
CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheet. CSS merupakan salah satu kode pemrograman yang bertujuan untuk menghias dan mengatur gaya tampilan/layout halaman web supaya lebih elegan dan menarik.CSS adalah sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Awalnya, CSS dikembangkan di SGML pada tahun 1970, dan terus dikembangkan hingga saat ini. CSS telah mendukung banyak bahasa markup seperti HTML, XHTML, XML, SVG (Scalable Vector Graphics) dan Mozilla XUL (XML User Interface Language).
Pada desember 1996, W3C memperkenalkan Level 1 spesifikasi CSS atau juga dikenal CSS1 yang mendukung format, warna font teks, dan lain-lain. Kemudian, Mei 1998, W3C menerbitkan CSS2 yang di dalamnya diatur fungsi peletakan elemen. Dan sekarang, W3C telah memperbaiki dan meningkatkan Kemampuan CSS2 ke CSS3.
CSS digunakan oleh web programmer dan juga blogger untuk menentukan warna, tata letak font, dan semua aspek lain dari presentasi dokumen di situs mereka. Saat ini, hampir tidak ada situs web yang dibangun tanpa kode css.
Sebagai blogger, Anda juga harus tahu apa itu CSS dan bagaimana menggunakannya agar mudah untuk merancang blog anda. Kode CSS membuat pembaca blog kita menjadi nyaman dan betah berlama-lama di blog kita sehingga pageviews situs kitapun meningkat. Namun, itu semua tergantung bagaimana kita menggunakannya sehingga bisa memikat pengunjung. Untuk itulah serial tutorial ini dibuat
.
PENGENALAN DASAR
Cascading Style Sheet terdiri dari Selektor, deklarasi, Properti dan Nilai. Seperti pada HTML, PHP dan bahasa pemrograman lainnya, CSS juga memiliki aturan yang menulis itu sendiri.
Contoh penulisan kode css :
Contoh penulisan kode css :
Body {background-color: white;}
‘Body’ adalah Selektor, ‘{ }’ adalah deklarasi, ‘background-color’ adalah properti dan ‘white’ adalah nilai. Maksud dari kode diatas adalah mengatur warna latar belakang (background color) dari tag ‘Body’ sebuah halaman web.
CARA-CARA PENGGUNAAN CSS
Untuk latihan penggunaan CSS, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membuat file dengan menggunakan Software kode editor seperti Notepad, lalu namai file dengan format ‘.html’. Lalu praktekkanlah cara-cara berikut ini. Ada 3 cara untuk menggunakan kode CSS di situs Anda.
1. CSS sebagai atribut/elemen/bagian dari tag HTML.
Oke, sebagai contoh, lihat gambar screenshoot kode CSS di bawah ini:
‘Div’ adalah tag html/Mark up yang dihiasi oleh kode css. kode cssnya adalah ‘style =’ padding: 5px 20px; … ‘. Cara ini biasanya dipakai jika kode cssnya sedikit.
2. CSS dalam tag <style type=”text/css”> (Kode CSS) </ style>.
Kode css terletak antara tag ‘style’ yang biasanya diletakkan dibawah elemen <title></title>(Tapi, tidak untuk gambar ini). Dengan cara ini anda harus menentukan nama selektor. Pada gambar diatas, selektornya adalah ‘.download’.
3. CSS sebagai file terpisah.
Kode pada gambar diatas adalah kode html untuk memanggil kode css yang terpisah. Kode itu biasanya diletakkan dibawah elemen <title></title> pada sebuah file html. Dalam cara 3 ini, kode css berada pada file .css yang dibuat dengan cara yang sama yaitu dengan sofware notepad, namun diberi format .css.
Untuk Latihan cara 3 ini silahkan anda buat folder. Dalam folder itu anda buat lagi file .html, misalnya latihan.html . Lalu buat file css-nya misalnya style.css.
Dalam file latihan.html, silahkan ketikkan kode dibawah ini :
<html>
<head>
<title>Latihan</title>
<link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”/>
</head>
<body>
<div class=”download”>
<a href=”#”>Download</a>
</div>
</body>
<html>
<head>
<title>Latihan</title>
<link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”/>
</head>
<body>
<div class=”download”>
<a href=”#”>Download</a>
</div>
</body>
<html>
Simpan, lalu buka di browser. File .html anda belum dihias karena kita belum menambahkan kode css kedalam file style.css. Jadi, silahkan masukkan kode seperti dibawah ini, tentu anda bisa merubah-rubahnya :
.download {
padding:5px 20px;
background:#000;
border:1px solid auto;
text-transform:uppercase;
font-size:20px;
}
padding:5px 20px;
background:#000;
border:1px solid auto;
text-transform:uppercase;
font-size:20px;
}
setelah itu simpan, lalu refresh file latihan.html yang sedang dibuka di browser
Selamat mencoba
.
Keterangan :
Cara 1 dan 2 sebagian besar digunakan dalam blog blogspot/blogger. Sedangkan, Cara 3 biasanya digunakan dalam situs web berbasis wordpress ataupun yang lainnya, karena membutuhkan ruang untuk menyimpan file css.
Cara 1 dan 2 sebagian besar digunakan dalam blog blogspot/blogger. Sedangkan, Cara 3 biasanya digunakan dalam situs web berbasis wordpress ataupun yang lainnya, karena membutuhkan ruang untuk menyimpan file css.
Jika menggunakan cara2 dan 3, Anda harus melengkapi tag html yang akan anda hias dengan atribut ‘id’ atau ‘class’. Ini adalah 2 cara untuk penamaan selektor pada kode css. Jika menggunakan atribut ‘id’ (misal: <div id=”download”></div>), maka selektor dalam kode cssnya adalah sebagai berikut :
#download {
Properti:nilai;
}
Properti:nilai;
}
Sedangkan, jika menggunakan atribut ‘class’ (misal:<div class=”download”></div>), maka selektor dalam kode cssnya adalah sebagai berikut :
.download {
Properti:nilai;
}
Properti:nilai;
}
Dengan kata lain, hanya dibedakan dengan tanda “#” dan “.” .
Nah, lalu jika anda ingin menghias tag tertentu dalam file html, misalnya seluruh tag h1 yang ada, Maka anda dapat menuliskan selektornya tanpa menggunakan tanda apapun. Seperti ini :
h1 {
properti:nilai;
}
properti:nilai;
}
Jika anda masih ada yang belum ngerti dengan penjelasan saya diatas, silahkan ditanyakan lewat komentar.
Sekian dari saya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar
.
Sekian dari saya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar
ridho rizky fadillah
Karomah Gus Dur
1. Kisah Makam Surya Memesa dan Ziarah Syekh Ali Uraidi bin Imam Ja’far Shadiq
Di sela-sela acara tahlilan hari ke-7 wafatnya Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (5/1), Said Agil pernah diajak ziarah ke pedalaman Tasikmalaya, Panjulan. Gus Dur membawanya ke sebuah kuburan yang sepi. Untuk mencapai lokasi saja, harus menyebrang sebuah situ (danau).
Saat tiba, Gus Dur menuju sebuah makam. Saat ditanya Said Agil, siapa jenazah yang telah dikebumikan di tanah ini? Gus Dur tidak langsung menjawab. “Dia orang sakti. Dia mencari musuh agar dia bisa dikalahkan,” ujar Said Agil meniru ucapan Gus Dur.
Orang sakti yang dimaksud Gus Dur, sambung Said Agil, ternyata bernama Surya Mesesa, seorang penyebar agama Islam di pulau Jawa. Gus Dur memberitahukan kepada Said Agil, mengapa Surya Mesesa bisa masuk Islam.
“Untuk mendapatkan musuh, Surya Memesa sampai ke Madinah, dan bertemu Syeikh Ali. Sama Syeikh Ali, Surya Mesesa disuruh mengangkat sebuah tongkat, dan tidak bisa. Karena itu, dia masuk Islam,” ujarnya.
Ceritanya, Gus Dur bersama Said Aqil ingin membacakan surat Al-Fatihah untuk Syekh Ali sebanyak seribu kali. Namun ketika mereka baru membacakan al-Fatihah sebanyak 30 kali tiba-tiba seorang polisi datang mengusir mereka dan mengatakan, “Musyrik, haram!”
Untung saja mereka bukan penduduk setempat, sehingga tidak dihukum berat, karena bagi mereka ziarah kubur adalah larangan berat. Namun Gus Dur sempat marah kepada polisi itu, “Kamu musuh Allah, Wahabi,” kata Gus Dur seperti dikutip Said Aqil saat memberikan testimoninya usai memimpin tahlilal 7 hari di Ciganjur, Selasa (5/1) malam.
Said Aqil bercerita, Gus Dur berziarah ke makam Syekh Ali al-Uraidhi karena Syekh ini konon sempat mengalahkan seorang yang hebat bernama Surya Mesesa. Ia merasa tak terkalahkan. Bahkan untuk mendapatkan musuh, Surya Memesa sampai ke Madinah, dan bertemu Syekh Ali al-Uraidhi.
“Sama Syeikh Ali, Surya Mesesa disuruh mengangkat sebuah tongkat, dan tidak bisa. Karena itu, dia masuk Islam,” ujar Said Aqil. Cerita ini diperolehnya dari Gus Dur saat ia diajak berziarah ke pedalaman Tasikmalaya, Panjulan.
Said Aqil bertanya, “Makam siapa Gus?” Gus Dur menjawab, “Dia orang sakti. Dia mencari musuh agar dia bisa dikalahkan.” Karena itulah Gus Dur berziarah ke makam tersebut dan kemudian ke makam Syekh Ali al-Uraidhi.
Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, Gus Dur memang gemar berziarah ke makam para ulama dan sesepuh. Selain mendoakan mereka, dengan cara itu Gus Dur merangkai sejarah peristiwa yang terjadi beberapa ratus tahun yang lalu, yang bahkan tidak tertulis dalam buku-buku sejarah.
Namun ada yang yang menarik ketika Gus Dur berziarah kesuatu makam, kata Kang Said. ”Kalau ada makam yang diziarahi Gus Dur, pasti kemudian makam itu ramai diziarahi orang. Gus Dur memang tidak hanya memberkahi orang yang hidup, tapi juga orang yang sudah mati,” katanya disambut tawa hadirin. (nam) (sumber 1 , sumber 2)
Di sela-sela acara tahlilan hari ke-7 wafatnya Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (5/1), Said Agil pernah diajak ziarah ke pedalaman Tasikmalaya, Panjulan. Gus Dur membawanya ke sebuah kuburan yang sepi. Untuk mencapai lokasi saja, harus menyebrang sebuah situ (danau).
Saat tiba, Gus Dur menuju sebuah makam. Saat ditanya Said Agil, siapa jenazah yang telah dikebumikan di tanah ini? Gus Dur tidak langsung menjawab. “Dia orang sakti. Dia mencari musuh agar dia bisa dikalahkan,” ujar Said Agil meniru ucapan Gus Dur.
Orang sakti yang dimaksud Gus Dur, sambung Said Agil, ternyata bernama Surya Mesesa, seorang penyebar agama Islam di pulau Jawa. Gus Dur memberitahukan kepada Said Agil, mengapa Surya Mesesa bisa masuk Islam.
“Untuk mendapatkan musuh, Surya Memesa sampai ke Madinah, dan bertemu Syeikh Ali. Sama Syeikh Ali, Surya Mesesa disuruh mengangkat sebuah tongkat, dan tidak bisa. Karena itu, dia masuk Islam,” ujarnya.
Ceritanya, Gus Dur bersama Said Aqil ingin membacakan surat Al-Fatihah untuk Syekh Ali sebanyak seribu kali. Namun ketika mereka baru membacakan al-Fatihah sebanyak 30 kali tiba-tiba seorang polisi datang mengusir mereka dan mengatakan, “Musyrik, haram!”
Untung saja mereka bukan penduduk setempat, sehingga tidak dihukum berat, karena bagi mereka ziarah kubur adalah larangan berat. Namun Gus Dur sempat marah kepada polisi itu, “Kamu musuh Allah, Wahabi,” kata Gus Dur seperti dikutip Said Aqil saat memberikan testimoninya usai memimpin tahlilal 7 hari di Ciganjur, Selasa (5/1) malam.
Said Aqil bercerita, Gus Dur berziarah ke makam Syekh Ali al-Uraidhi karena Syekh ini konon sempat mengalahkan seorang yang hebat bernama Surya Mesesa. Ia merasa tak terkalahkan. Bahkan untuk mendapatkan musuh, Surya Memesa sampai ke Madinah, dan bertemu Syekh Ali al-Uraidhi.
“Sama Syeikh Ali, Surya Mesesa disuruh mengangkat sebuah tongkat, dan tidak bisa. Karena itu, dia masuk Islam,” ujar Said Aqil. Cerita ini diperolehnya dari Gus Dur saat ia diajak berziarah ke pedalaman Tasikmalaya, Panjulan.
Said Aqil bertanya, “Makam siapa Gus?” Gus Dur menjawab, “Dia orang sakti. Dia mencari musuh agar dia bisa dikalahkan.” Karena itulah Gus Dur berziarah ke makam tersebut dan kemudian ke makam Syekh Ali al-Uraidhi.
Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, Gus Dur memang gemar berziarah ke makam para ulama dan sesepuh. Selain mendoakan mereka, dengan cara itu Gus Dur merangkai sejarah peristiwa yang terjadi beberapa ratus tahun yang lalu, yang bahkan tidak tertulis dalam buku-buku sejarah.
Namun ada yang yang menarik ketika Gus Dur berziarah kesuatu makam, kata Kang Said. ”Kalau ada makam yang diziarahi Gus Dur, pasti kemudian makam itu ramai diziarahi orang. Gus Dur memang tidak hanya memberkahi orang yang hidup, tapi juga orang yang sudah mati,” katanya disambut tawa hadirin. (nam) (sumber 1 , sumber 2)
Kamis, 18 Februari 2016
PELAJARAN DARI SEORANG ANAK KECIL BERNAMA SALMAN SALMAN SALAH SATU MURID HABIB UMAR BIN HAFIDZ DARI AFRIKA SELATA YG MENINGGAL DI USIA BELIA 7 THN.
PELAJARAN DARI SEORANG ANAK KECIL BERNAMA SALMAN
SALMAN SALAH SATU MURID HABIB UMAR BIN HAFIDZ DARI AFRIKA SELATA YG MENINGGAL DI USIA BELIA 7 THN.
Siapakah Salman....?
Bercerita salah satu murid Habib Umar bin Hafidz.......
Anak itu bernama Salman. Salman yang rajin berkhidmat. Pada setiap acara, anak itu selalu ada untuk mengulurkan tangan-tangan mungilnya pada jamaah yang hadir.
Meski pekerjaannya tidak terlalu berat, namun cukup membuat pelajaran bagi kita, betapa seorang anak yang masih kecil, membantu sekian orang muslim.
Saya sering melihat Salman di Darul Musthofa bersama ayah yang berada disampingnya di tengah-tengah jamaah yang menunaikan sholat tarawih. Dia seperti jamaah lainnya, setiap gerakan sholat diikutinya tanpa merasa letih, tak mau sedikit pun meninggalkan gerakan sholat yang setiap kala diimami Habib Umar.
Sosok yang dicintainya. Bayangkan sholat tarawih dua juz setiap malam sanggup dia ikuti semua, orang besar seperti saya pun kadang mengeluh letih, namun tidak bagi tubuh kecilnya.
Selesai tarawih, saatnyalah dia berkhidmat mengerjakan tugas yang sungguhnya tak dibebankan olehnya. Tak dari suruhan ayahnya apalagi orang lain.
Ketika syair madah dimulai, dia pun dengan sendirinya bergegas kedepan untuk mengambil buku-buku madah yang akan dibagikan kepada jamaah.
Bersama teman-teman anak kecil lain. Mereka berlomba mengambil buku-buku itu sebanyak yang mereka mampu, makin banyak mereka ambil, sebanyak itu jamaah yang mereka khidmad.
Salman yang bertubuh kecil dan lemah diantara kawan-kawannya ikut dalam lomba kebaikan itu, kadang dia terjatuh, atau tertatih membawa buku madah yang akan dibagikannya.
Selanjutnya selesai syair madah. Mengambil gelas-gelas kopi atau air dingin yang dibagikan kepada jamaah sholat. Salman memungut satu persatu gelas yang airnya sudah habis diminum. Matanya cekatan melihat dimana ada gelas yang kosong sambil berjalan ditengah-tengah para jamaah.
Kadang pekerjaan ini membuat Salman harus berbolak balik, berkeliling mencari-cari gelas pungutannya.
Pernah ketika malam khatam bulan ramadan di Darul Musthofa. Jamaah memulainya dari pukul duabelas malam. Dari rentetan sholat witir sampai halaqah Qur'an. Pukul dua, jamaah disuguhkan dengan kopi, air dingin, ashir dan kacang polong rebus.
Seakan takjub, Salman berada ditengah para pengkhidmad yang rata-rata orang dewasa, sedang memungut gelas-gelas kosong atau bungkus kacang yang sudah habis. Gumam hatiku, sekarang pukul dua anak seperti dia, waktunya beristirahat, tetapi dia masih menyempatkan untuk mengulurkan tangan mungilnya. Sungguh naluri khidmadnya tertanam kuat dihatinya. Tak semua anak kecil sama seperti dia.
Salman juga sering terlihat ambil khidmad di masjid-masjid sekitar Tarim jika ada acara munasabah. Dia berangkat bersama Ayahnya. Sering juga berpapasan dijalan sendirian sambil membawa kantongan berisi susu atau kurma.
Saya sering bercanda dengan dia, terpancar senyum manis seorang anak yang waktu bermainnya dihabiskan di masjid. Dia berbahasa inggris, bahasa ibu dengan pronoun yang fasih. namun celotehan bahasa arabnya tak kalah dengan anak sebayanya.
Kecintaan dengan agama diwarisinya dari sang Ayah, yang rela hijrah dari afrika selatan menuju tarim, pusat agama islam yang terjaga kemurniaanya dari arus keduniaan.
Dalam dunia ini, takdir Allah yang menentukan segalanya. Salman yang dulu tidak akan mungkin lagi Berkhidmad pada tahun ini. Tak ada lagi Salman yang mengambil gelas kosong dengan tangan mungilnya.
Sang Ayah tak mungkin lagi bersama Salman menunaikan sholat tarawih, tak ada lagi mata yang cekatan itu.
Orang tuanya sangat mencintai Salman, namun Allah lebih mencintainya.
Salman dipanggil ke hadhiratNya, inna lillahi wa inna ilahi rojiun.
Sebelum Salman menghembuskan nafas terakhir, ia meminta ibunya untuk mengganti pakaiannya, katanya, dia akan bertemu Allah, tidak mau pakaiannya kotor.
Allahu Akbar. Salman benar-benar ahli khidmad yang sejati. Dia akan menunggu orang tuanya di pintu surga. Dan akan menjadi ahli khidmad bersama wildan-wildan ahli khidmad lainnya dalam surga. Berkhidmad dengan orang tuanya dan orang-orang yang dicintainya.
Aamiin
SALMAN SALAH SATU MURID HABIB UMAR BIN HAFIDZ DARI AFRIKA SELATA YG MENINGGAL DI USIA BELIA 7 THN.
Siapakah Salman....?
Bercerita salah satu murid Habib Umar bin Hafidz.......
Anak itu bernama Salman. Salman yang rajin berkhidmat. Pada setiap acara, anak itu selalu ada untuk mengulurkan tangan-tangan mungilnya pada jamaah yang hadir.
Meski pekerjaannya tidak terlalu berat, namun cukup membuat pelajaran bagi kita, betapa seorang anak yang masih kecil, membantu sekian orang muslim.
Saya sering melihat Salman di Darul Musthofa bersama ayah yang berada disampingnya di tengah-tengah jamaah yang menunaikan sholat tarawih. Dia seperti jamaah lainnya, setiap gerakan sholat diikutinya tanpa merasa letih, tak mau sedikit pun meninggalkan gerakan sholat yang setiap kala diimami Habib Umar.
Sosok yang dicintainya. Bayangkan sholat tarawih dua juz setiap malam sanggup dia ikuti semua, orang besar seperti saya pun kadang mengeluh letih, namun tidak bagi tubuh kecilnya.
Selesai tarawih, saatnyalah dia berkhidmat mengerjakan tugas yang sungguhnya tak dibebankan olehnya. Tak dari suruhan ayahnya apalagi orang lain.
Ketika syair madah dimulai, dia pun dengan sendirinya bergegas kedepan untuk mengambil buku-buku madah yang akan dibagikan kepada jamaah.
Bersama teman-teman anak kecil lain. Mereka berlomba mengambil buku-buku itu sebanyak yang mereka mampu, makin banyak mereka ambil, sebanyak itu jamaah yang mereka khidmad.
Salman yang bertubuh kecil dan lemah diantara kawan-kawannya ikut dalam lomba kebaikan itu, kadang dia terjatuh, atau tertatih membawa buku madah yang akan dibagikannya.
Selanjutnya selesai syair madah. Mengambil gelas-gelas kopi atau air dingin yang dibagikan kepada jamaah sholat. Salman memungut satu persatu gelas yang airnya sudah habis diminum. Matanya cekatan melihat dimana ada gelas yang kosong sambil berjalan ditengah-tengah para jamaah.
Kadang pekerjaan ini membuat Salman harus berbolak balik, berkeliling mencari-cari gelas pungutannya.
Pernah ketika malam khatam bulan ramadan di Darul Musthofa. Jamaah memulainya dari pukul duabelas malam. Dari rentetan sholat witir sampai halaqah Qur'an. Pukul dua, jamaah disuguhkan dengan kopi, air dingin, ashir dan kacang polong rebus.
Seakan takjub, Salman berada ditengah para pengkhidmad yang rata-rata orang dewasa, sedang memungut gelas-gelas kosong atau bungkus kacang yang sudah habis. Gumam hatiku, sekarang pukul dua anak seperti dia, waktunya beristirahat, tetapi dia masih menyempatkan untuk mengulurkan tangan mungilnya. Sungguh naluri khidmadnya tertanam kuat dihatinya. Tak semua anak kecil sama seperti dia.
Salman juga sering terlihat ambil khidmad di masjid-masjid sekitar Tarim jika ada acara munasabah. Dia berangkat bersama Ayahnya. Sering juga berpapasan dijalan sendirian sambil membawa kantongan berisi susu atau kurma.
Saya sering bercanda dengan dia, terpancar senyum manis seorang anak yang waktu bermainnya dihabiskan di masjid. Dia berbahasa inggris, bahasa ibu dengan pronoun yang fasih. namun celotehan bahasa arabnya tak kalah dengan anak sebayanya.
Kecintaan dengan agama diwarisinya dari sang Ayah, yang rela hijrah dari afrika selatan menuju tarim, pusat agama islam yang terjaga kemurniaanya dari arus keduniaan.
Dalam dunia ini, takdir Allah yang menentukan segalanya. Salman yang dulu tidak akan mungkin lagi Berkhidmad pada tahun ini. Tak ada lagi Salman yang mengambil gelas kosong dengan tangan mungilnya.
Sang Ayah tak mungkin lagi bersama Salman menunaikan sholat tarawih, tak ada lagi mata yang cekatan itu.
Orang tuanya sangat mencintai Salman, namun Allah lebih mencintainya.
Salman dipanggil ke hadhiratNya, inna lillahi wa inna ilahi rojiun.
Sebelum Salman menghembuskan nafas terakhir, ia meminta ibunya untuk mengganti pakaiannya, katanya, dia akan bertemu Allah, tidak mau pakaiannya kotor.
Allahu Akbar. Salman benar-benar ahli khidmad yang sejati. Dia akan menunggu orang tuanya di pintu surga. Dan akan menjadi ahli khidmad bersama wildan-wildan ahli khidmad lainnya dalam surga. Berkhidmad dengan orang tuanya dan orang-orang yang dicintainya.
Aamiin
Jumat, 12 Februari 2016
Dari Kurungan Ayam Hingga Bertamunya Walisongo; Kisah Karomah Kyai Ma’shoem Lasem
Oleh Kyai Kholil, pemuda itu diminta masuk ke dalam kurungan Ayam Jago tersebut. Dengan penuh pasrah dan ketundukan terhadap gurunya, pemuda itu pun masuk dan duduk berjongkok ke dalam kurungan Ayam Jago tadi. Kyai Kholil kemudian berkata kepada segenap santri beliau: “Inilah yang kumaksudkan sebagai Ayam Jago dari tanah Jawa, yang kelak akan menjadi Jagoan Tanah Jawa.”
Itulah secuil kisah nyata yang penulis kutip dari sinopsis buku Manaqib Mbah Ma’shoem Lasem. Mbah Ma’shoem diperkirakan lahir pada tahun 1868. Beliau adalah anak bungsu pasangan Ahmad dan Qosimah. Oleh orangtuanya ia kemudian diserahkan kepada Kiai Nawawi, Jepara, untuk mempelajari ilmu agama, karena sejak kecil dia telah ditinggal wafat oleh ibunya. Dari Kiai Nawawi dia mendapat pelajaran dasar ilmu alat (nahwu) yang diambil dari kitab Jurumiyyah dan Imrithi.
Suatu saat, di Semarang, dia tertidur dan bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Ketika di Bojonegoro, dia tidak hanya bermimpi, melainkan, antara tertidur dan terjaga, dia bertemu dengan Nabi, yang memberikan ungkapan La khayra ilia fi nasyr al-ilmi, yang artinya “Tidak ada kebaikan (yang lebih utama) daripada menyebarkan ilmu”.
Bahkan, ketika berada di rumahnya sendiri, dia bermimpi kembali. Dalam mimpinya, ia bersalaman dengan Nabi Muhammad SAW, yang berpesan: “Mengajarlah, segala kebutuhanmu insyaAllah akan dipenuhi semuanya oleh Allah.” Di kemudian hari, Mbah Ma’shoem menjadi ulama besar yang dikenal memiliki banyak karamah. Ini salah satu kisah karomahnya:
Suatu hari, datang sembilan orang tamu ke Lasem. Mereka ingin berjumpa dengan Mbah Ma’shum.Namun, karena tuan rumah sedang tidur, Ahmad, seorang santrinya, menawarkan apa perlu Mbah Ma’shum dibangunkan. Ternyata mereka menolak.Lalu mereka semua, yang tadinya sudah duduk melingkar di ruang tamu, berdiri sambil membaca shalawat, kemudian berpamitan.
“Apa perlu Mbah Ma’shoem dibangunkan?,” tanya Ahmad sekali lagi.
“Tidak usah,” ujar mereka serempak lalu pergi.
Rupanya saat itu Mbah Ma’shoem mendusin dan bertanya kepada Ahmad perihal apa yang baru saja terjadi.Setelah mendapat penjelasan, Mbah Ma’shoem lekas meminta kepada Ahmad agar mengejar tamu-tamunya. Tapi apa daya, mereka sudah menghilang, padahal mereka diperkirakan baru sekitar 50 meter dari rumah Mbah Ma’shoem.
Ketika Ahmad akan melaporkan hal tersebut, Mbah Ma’shoem, yang sudah bangun tapi masih dalam posisi tiduran, mengatakan bahwa tamu-tamunya itu adalah Walisanga dan yang berbicara tadi adalah Sunan Ampel. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Mbah Ma’shum tertidur pulas lagi.
Subhanallah… Inilah bagian dari kisah karomah betapa kyai Ma’shoem memiliki ketinggian kedudukan spiritualnya. Selain ini, masih terdapat banyak karomah yang terjadi dalam hidup beliau. Akhirnya, pembaca Media Ikhram, semoga dengan kisah ini dapat bermanfaat dan mengambil pelajaran dari karomah almarhum Kyai Ma’shoem. Wallahu a’lam bisshawab…
Sumber: Sayyid Chaidar, Manaqib Mbah Ma’shoem Lasem, (Yogyakarta: Menara Kudus, 1013) dan Majalah Al-Kisah No.26/Tahun VII (www.sarkub.com)
Jumat, 29 Januari 2016
Contoh Pidato
Berbakti Kepada Orang Tua
Segala puji hanya bagi
Allah karena hanya Dialah yang layak dengan segala pujian. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan kepada segenap keluarganya
dengan diiringi salam sebanyak-banyaknya hingga hari pembalasan.
Berbakti kepada orang tua adalah suatu amal mulia dan diwajibkan oleh Allah dan
RasulNya. Banyak ayat maupun hadist yang menjelaskan tentang kewajiban berbakti
kepada kedua orang tua. Bahkan hak bagi keduanya dijadikan setelah hak Allah
Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ
وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي
الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ
وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ
أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Dan beribadahlah
kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan
berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil,
dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membanggakan diri.” [An-Nisaa’ : 36].
Kemudian di dalam
sebuah Hadist, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ
عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ
الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
“Darii ‘Abdullah bin
‘Amr bin ‘Ash Radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka
Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (H.R Bukhari).
Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua dituntut dalam setiap keadaan dan waktu. Akan tetapi
sangat ditekankan jika keduanya telah lanjut usia atau dalam keadaan sangat
membutuhkan orang yang memperhatikan keduanya dan memenuhi segala kebutuhan
keduanya. Diantara perhatian Allah kepada kedua orang tua bahwa Allah telah
menjadikan kata-kata sang anak kepada kedua orang tuanya “ ah” dengan tujuan
membentak adalah suatu bentuk kemaksiatan yang dapat menimbulkan murka Allah,
Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan
sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai
berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka
berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka
keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Israa: 23-24)
Diantara cara bakti kepada orang tua yang dapat dilakukan antara lain:
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
1. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita
2. Berkata kepada
keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan adab
ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan
yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.
3. Tawadhu’ (rendah
hati). Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi
jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan
membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.
4. Memberi infaq
(shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta kita
adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang
tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.
5 . Mendo’akan kedua
orang tua. Di antaranya dengan do’a berikut:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا
رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
“Ya Allah, ampunilah aku dan
kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada keduanya, sebagaimana mereka
mendidikku di waktu kecil.”
Seandainya orang tua
masih berbuat syirik serta atau menyimpang dari sunnah, kita tetap harus berlaku
lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada
Tauhid dan Sunnah.
Apabila keduanya telah meninggal,maka yang harus kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Apabila keduanya telah meninggal,maka yang harus kita lakukan adalah:
1. Meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.
2. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.
3. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.
4. Membayarkan hutang-hutangnya.
5. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at.
6. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
Nah itulah beberapa
point penting tentang berbakti
kepada orang tua,
semoga artikel tentang pidato berbakti kepada orang tua ini bermanfaat, dan marilah kita bermohon kepada Allah
agar termasuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.
“Ya Allah, berilah
kami taufik untuk melakukan apa apa yang Engkau sukai dan Engkau Ridhai. Wahai
Rabbku, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, sayangilah keduanya
sebagaimana keduanya menyayangi kami ketika kami masih kecil, berilah keduanya
karena kami pahala yang terbaik dan berilah kami taufik untuk berbakti kepada
keduanya, dan jika keduanya telah wafat, maka ampunilah dosanya, luaskan
kuburnya dan terangilah dia serta masukkanlah keduanya dengan rahmat-Mu ke
dalam SyurgaMu,” Aamiin
Rabu, 27 Januari 2016
7 Pesan Gus Dur yang Harus Terus Diingat dan Diamalkan
Di balik pemikiran-pemikiran ‘nyeleneh’ KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selalu ditemukan pesan-pesan bijak dan arif yang tak disangka-sangka dari seorang Gus Dur. Salah satunya 7 pesan Gus Dur berikut ini yang menyadarkan kita akan arti pentingnya amaliah yang sering lalai kita laksanakan dalam kehidupan sehari.
Pertama:
Solat Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya. Pastinya doa akan mudah termakbul dan menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.
Solat Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya. Pastinya doa akan mudah termakbul dan menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.
Kedua:
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.
Ketiga:
Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkatan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .
Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkatan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .
Keempat:
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.
Kelima:
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.
Keenam:
Jaga wudhu terus menerus kerana Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, Malaikat berdoa untuknya iaitu “ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.
Jaga wudhu terus menerus kerana Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, Malaikat berdoa untuknya iaitu “ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.
Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah
.
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah
.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
- Ridho rf
- Nama saya Ridho Rizky Fadillah 18 Th Mahasiswa ITL TRISAKTI Jurusan Manajemen Logistik dan material Angkatan 2018
About
Pages
Popular Posts
-
CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheet. CSS merupakan salah satu kode pemrograman yang bertujuan untuk menghias dan mengatur gaya...
-
7 Pesan Gus Dur yang Harus Terus Diingat dan Diamalkan Di balik pemikiran-pemikiran ‘nyeleneh’ KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selalu d...
-
http://en.softonic.com/s/adobe-photoshop-7.0-free-full-version
-
✿ Perjuangan Bocah `Separuh Kepala` Menghafal Alquran. [Kisah Hafiz Al Quran dari Seluruh Dunia] ✿ Perjuangan Bocah `Separuh Kepala`...
-
PELAJARAN DARI SEORANG ANAK KECIL BERNAMA SALMAN SALMAN SALAH SATU MURID HABIB UMAR BIN HAFIDZ DARI AFRIKA SELATA YG MENINGGAL DI USIA BEL...
-
2. Bertemu dan didoakan wali di madinah setelah berziarah (point 1) , beliau berdoa di raudah, malamnya gus dur ngajak kyai agil jalan2 k...
-
Pidato Islam Tentang Qur'an adalah Jalan hidup DOWNLOAD NOW Teks Ratib Al-hadad DOWNLOAD NOW
-
Cara Mematikan Komputer Dalam Satu Jaringan Internet 21/05/2015 Jaringan (Network) , Moco Science , Tips & Trick No comments ...


























